Banyak owner villa atau hotel di Bali mengalami masalah yang sama: okupansi rendah, padahal properti bagus, lokasi oke, dan fasilitas lengkap. Masalahnya sering bukan di produknya, tapi di strategi hotel marketing yang kurang tepat atau bahkan tidak dijalankan sama sekali. Kabar baiknya, Anda tetap bisa meningkatkan booking meski tidak paham marketing, asal tahu fokus utamanya.
Properti Bagus Tidak Otomatis Laku
Salah satu kesalahan paling umum adalah menganggap view bagus atau bangunan baru sudah cukup untuk mendatangkan tamu. Faktanya, di Bali persaingan sangat ketat. Tanpa strategi management hospitality di Bali yang tepat, properti mudah tenggelam di antara ribuan listing lain.
Fokus ke Channel yang Sudah Ada
Anda tidak harus menguasai semua teknik marketing. Langkah awal yang paling efektif adalah mengoptimalkan channel yang sudah ada, seperti:
OTA (Booking.com, Agoda, Airbnb)
Google Business Profile
Website resmi
Optimasi foto, deskripsi, pricing, dan respon cepat ke tamu sering kali memberi dampak besar pada booking.
Pricing Lebih Penting dari yang Anda Kira
Occupancy rendah sering disebabkan harga yang tidak kompetitif. Banyak owner menetapkan harga berdasarkan “feeling” atau meniru kompetitor tanpa strategi.
Dalam villa management profesional, pricing disesuaikan dengan:
Seasonality
Demand harian
Kompetitor sekitar
Performa historis
Strategi harga yang tepat bisa menaikkan booking tanpa perlu iklan besar.
Respon Cepat = Peluang Booking Lebih Tinggi
Calon tamu biasanya membandingkan beberapa properti sekaligus. Villa atau hotel yang respon paling cepat punya peluang booking lebih tinggi. Sayangnya, banyak owner tidak selalu standby. Inilah mengapa sistem dan tim dalam management hospitality di Bali sangat krusial.
Review dan Reputasi Online Jangan Diabaikan
Rating dan review sangat memengaruhi keputusan tamu. Okupansi bisa turun bukan karena properti buruk, tapi karena:
Review tidak dibalas
Komplain tidak ditangani dengan baik
Tidak ada follow-up ke tamu
Manajemen yang rapi membantu menjaga reputasi tetap positif.
Tidak Paham Marketing? Serahkan ke The Loka Management
Tidak semua owner harus paham marketing. Yang penting adalah tahu kapan harus dibantu oleh ahlinya. Dengan villa management profesional, owner bisa tetap fokus sebagai investor, bukan operator harian.
Sebagai penyedia management hospitality di Bali, The Loka membantu owner meningkatkan occupancy melalui:
Optimasi OTA & channel penjualan
Strategi pricing berbasis data
Sistem operasional yang efisien
Pengelolaan reputasi dan guest experience
Semua dijalankan tanpa owner harus pusing soal teknis marketing.
Occupancy rendah bukan berarti properti Anda tidak layak jual. Dalam banyak kasus, masalahnya ada pada strategi dan sistem, bukan pada produknya. Dengan pendekatan villa management dan hotel marketing yang tepat seperti The Loka, booking bisa meningkat meski Anda tidak paham marketing sekalipun.


